Waktu Olahraga yang Baik

Olahraga yang baik dilakukan secara seimbang, baik dari lamanya berolahraga, intensitas (seberapa keras dilakukan), & seringnya (frekuensi) berolahraga. Intensitas akan semakin meningkat seiring dengan semakin meningkatnya kekuatan tubuh, sementara lama & seringnya berolahraga sebaiknya dijaga selalu konstan ketika tingkat yang baik sudah tercapai. Untuk memperkuat jantung, olahraga harus dilakukan dengan intensitas yang cukup tinggi. Intensitas dirasakan cukup ketika denyut jantung per menit meningkat sebanyak 20 kali per menit dari yang normal, disertai nafas berat & keringat dalam jumlah banyak (dalam udara yang tidak panas). Sedangkan untuk menilai tingginya intensitas adalah ketika tubuh sudah tidak mampu melakukan gerakan olahraga yang sama lagi.

Pertama-tama, bagi mereka yang baru memulai, berolahraga hanya dapat dilakukan dalam waktu singkat, mungkin hanya beberapa menit saja. Ketika sudah mulai terbiasa, seseorang dapat berolahraga dalam intensitas yang cukup tinggi dalam waktu 30 sampai 60 menit. Waktu sebanyak itu cukup untuk melatih otot-otot rangka & jantung. Berolahraga melebihi waktu tersebut menurut penelitian kurang bermanfaat lagi untuk meningkatkan kekuatan atau ketahanan otot-otot rangka, bahkan dapat meningkatkan risiko cedera. Disarankan untuk berolahraga sebanyak 3-4 kali dalam sepekan. Sedangkan jika berolahraga lebih sering dari itu, sudah tidak ada keuntungannya lagi bagi tubuh. Itu disebabkan meskipun otot jantung dapat dilatih beberapa kali setiap hari, tetapi otot-otot rangka/tubuh akan mulai rusak jika dilatih terlalu keras. Dari hasil penelitian, ditemukan adanya perdarahan & kerusakan mikro dari otot-otot rangka setelah melakukan olahraga dengan lama & intensitas yang cukup. Dibutuhkan waktu selama 48 jam (2 hari) untuk otot-otot rangka untuk pulih dari perdarahan & kerusakan mikro tersebut. Bahkan, untuk olahraga yang lebih berat, dibutuhkan lebih lama lagi untuk sembuh sempurna. Dengan memberikan waktu bagi otot untuk sembuh, itu dapat membuat otot menjadi lebih kuat.

Untuk mencegah cedera atau kerusakan berat dari otot-otot rangka tertentu, sebaiknya dilakukan kombinasi olahraga yang dilakukan. Itu dikarenakan tiap olahraga pasti memiliki kecenderungan lebih banyak menggunakan otot-otot rangka tertentu di tubuh, seperti misalnya berlari yang lebih banyak menggunakan otot betis, bersepeda lebih banyak menggunakan otot paha, sedangkan berenang lebih banyak menggunakan otot lengan & punggung. Hal serupa juga dapat diterapkan pada angkat beban.

Jadwal berolahraga yang baik adalah bergantian melatih otot-otot bagian atas tubuh & pada latihan berikutnya melatih otot-otot bagian bawah tubuh, atau secara berselang-seling. Hal lain yang perlu dilakukan adalah secara rutin merubah jenis latihan/olahraga yang dilakukan. Tubuh kita akan menyesuaikan diri ketika kita terus menerus melakukan suatu gerakan yang sama dalam waktu lama.

—- taken from: http://tanyasaja.detik.com/pertanyaan/10299-olahraga —-

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s